You are here: Home Artikel Pemikiran Islam

www.inpasonline.com

Pemikiran Islam

Adab Berpolitik Menurut Imam al-Ghazali

E-mail Cetak PDF
Oleh: Kholili Hasib

 

Pengantar

Di tengah ketegangan perpolitikan nasional dan regional, kita bisa menangkap bahwa bahwa politik kita telah kehilangan adab (loss of adab). Berkaitan dengan politik beradab ini, maka Imam al-Ghazali cukup tepat ditempatkan sebagai cermin. Corak pemikiran politik Imam Al-Ghazali di latar belakangi oleh pengalaman-pengalaman Al-Ghazali dengan dunia kekuasaan pada masanya dan kepakaranya dalam berbagai bidang ilmu. Di zaman Imam al-Ghazali, praktik-praktik politik banyak yang menyimpang dari jalur syari’at, seperti korupsi, penyalah gunaan kekuasaan, perpecahan umat dan krisi ulama’. Al-Ghazali melihat, problem itu bermuara dari krisis keilmuan. Oleh sebab itu, kritik Imam al-Ghazali ditujukan kepada para ulama’ sebagai pengemban ilmu. Kedzaliman ilmu telah membuat krisis epistemologis yang berujung kepada lemahnya umat melawan kekuatan-kekuatan asing, termasuk kekalahan dalam perang salib[1].  Kritik-kritik tajam al-Ghazali dituangkan dalam beberapa karyanya, seperti Al-Tibr al-Masbuk fii Nashihat al-Muluk, Ihya’ Ulumuddin, Al-Iqtishad fi al-I’tiqad dan Fadhaih al-Batiniyah. Selain memperbaiki problem epistemologis, imam al-Ghazali juga mempunyai misi misi mempersatukan umat dalam satu bendera akidah, membuang fanatisme kesukuan dan nasionalisme sempit.

Selanjutnya...
 

Peta Paham Pluralisme Agama di Indonesia (2 habis)

E-mail Cetak PDF
 

D. Tipologi Pluralisme Agama Di Indonesia

Tipologi pluralisme di Indonesia adalah bentuknya modifikasi. Beberapa mengambil sebagian aliran global teologi dan sebagian mengambil dari Transendent Unity of Religions. Dan kedua aliran tersebut bertujuan sama, yaitu; keberadaan agama-agama sama derajatnya. Tetapi aliran yang diminati oleh kaum pluralis Indonesia adalah aliran transendent unity of religions. Sebab wacana agama Indonesia banyak dilatar belakangi oleh konflik sosial dari pada konflik teologi.

Selanjutnya...
 

Peta Paham Pluralisme Agama di Indonesia*(1)

E-mail Cetak PDF

Ahmad Adib Musthofa**

 

A. Pendahuluan

Dewasa ini, pembahasan pluralitas (kemajemukan)[1] maknanya telah dikaburkan[2] kaum liberal menjadi pluralisme. Salah satu yang membingungkan adalah pendefinisian Pluralisme yang dimaknai sebagai bentuk sikap dari pluralitas.[3] Padahal pluralitas adalah sebuah keniscayaan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan,[4] sehingga kehadirannya tidak dapat dihindari dan sudah menjadi sunnatullah.[5] Pluralisme agama diartikan sebagai paham yang mentoleransi adanya keragaman pemikiran keagamaan. Sehingga diharapkan seluruh pemeluk agama bersifat inklusif (terbuka) terhadap pemeluk agama lain, sebab Tanpa pandangan pluralis, kerukunan umat beragama tidak mungkin terjadi.[6] Pluralisme bukan hanya menoleransi adanya keragaman agama, tetapi mengakui kebenaran masing-masing pemahaman serta menghilangkan klaim kebenaran dalam agamanya,[7] setidaknya menurut logika para pengikutnya. Maka pluralisme dijadikan sebagai bentuk konkrit dalam menjalankan kerukunan berargama.[8]

Selanjutnya...
 

Posmodernisme : Politik Pemikiran Menantang Islam

E-mail Cetak PDF

Kartika Pemilia Lestari*

            Sekarang ini kita memasuki era posmodernisme. Kita hidup pada zaman yang mengalami perubahan dramatis. Struktur yang telah bertahan dari generasi ke generasi sedang mengalami keruntuhan, atau diruntuhkan.

Selanjutnya...
 

Globalisasi: Implikasi Dan Tantangannya Terhadap Dunia Islam

E-mail Cetak PDF
Kartika Pemilia Lestari*

            Arus globalisasi yang sedang berlangsung dewasa ini adalah suatu kenyataan yang tidak dapat ditolak,, tapi tidak berarti harus diterima. Globalisasi perlu disadari adanya dan dipahami serta direspon secara tepat. Globalisasi adalah suatu proses dimana bangsa-bangsa terkondisikan dalam situasi untuk menerima kultur, tradisi, dan nilai-nilai yang dianggap global (mendunia/universal). Namun, yang perlu disadari bahwa globalisasi juga berarti suatu program agar bangsa-bangsa yang lemah menerima nilai bangsa-bangsa yang kuat yaitu Barat. Di sini, globalisasi dimaknai sebagai Westernisasi.[1]

Selanjutnya...
 
Halaman 1 dari 4

Artikel Terkait

Resensi Buku

  • Resensi Buku
  • Resensi Buku
  • Resensi Buku
  • Resensi Buku
  • Resensi Buku

Polls

Artikel Favorite anda ?
 

Copyright © 2009 www.inpasonline.com design partner Ω klik desain