| Profile InPAS |
| Latar Belakang Peradaban Islam adalah peradaban yang dibangun oleh ilmu pengetahuan Islam sebagai hasil dari pandangan hidup Islam. Maka dari itu, pembangunan kembali peradaban Islam harus dimulai dari pembangunan ilmu pengetahuan Islam. Proyek membangun kembali peradaban Islam tidak dapat dilakukan hanya dengan melalui satu dua bidang kehidupan. Ia merupakan proses bersinergi, simultan dan konsisten. Jika menengok sejarah kejayaan Islam masa lalu, kita akan temui gerakan pengembangan ilmu pengetahuan yang bersinergi. Gerakan yang dimulai dengan penterjemahan karya-karya asing, bukanlah gerakan sporadis atau gerakan pinggiran. Ia didukung oleh elit masyarakat: seperti khalifah, pegawai negara dan pimpinan militer, pengusaha dan bankers, dan sudah tentu ulama dan saintis. Selain itu, juga disubsidi oleh dana yang tak terbatas dari perusahaan negara maupun swasta. Dan yang terpenting, ia dilakukan dengan menggunakan metodologi ilmiah yang akurat dengan alat filologi yang eksak, sehingga terma-terma asing dapat diterjemahkan dengan tepat. Ini menunjukkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan adalah sentral sifatnya. Dari perkembangan ilmu inilah kemudian dikembangkan bidang-bidang lain, baik secara simultan ataupun secara gradual. Ilmu, sudah barang tentu, diperlukan oleh semua kelompok apapun orientasi dan strategi perjuangannya. Pembangunan politik, ekonomi, pendidikan, perbankan Islam dan lain sebagainya tidak bisa tidak harus dimulai dari ilmu. Sebagaimana peradaban lainnya, substansi peradaban Islam adalah pokok-pokok ajaran Islam yang tidak terbatas pada sistem kepercayaan, tata pikir, dan tata nilai, tapi merupakan super-sistem yang meliputi keseluruhan pandangan tentang wujud, terutama pandangan tentang Tuhan. Oleh sebab itu teologi (aqidah) dalam Islam merupakan fondasi bagi tata pikir, tata nilai dan seluruh kegiatan kehidupan Muslim. Itulah pandangan hidup Islam. Hanya saja, dewasa ini umat Islam dipaksa menerima pandangan hidup lain. Globalisasi yang didominasi westernisasi sudah merasuki kehidupan umat manusia, termasuk kaum muslim. Ironisnya, arus ini menyebarluaskan juga: liberalisme, sekularisme, feminisme, relativisme, pluralisme, materialisme dan lain-lain. Berbagai paham tersebut berkembang pesat menantang dan mengancam faham Tauhid, yang merupakan inti dari al-Islam. Banyak cendekiawan, lembaga pendidikan dan organisasi Islam tercemari faham-faham ini. Tanpa filter yang kritis, pemikiran dan metodologi Barat itu diadopsi ke dalam studi Islam. Akibatnya, kebenaran dan kebatilan tak jelas lagi pemilahannya. Untuk menghadapi tantangan itu, cendekiawan Muslim wajib menggali lagi konsep-konsep dasar tradisi intelektual Islam. Pada saat yang sama juga perlu mengkaji konsep-konsep dasar peradaban Barat, kemudian memilahnya, mana yang sesuai dan tidak dengan Islam. Berangkat dari sinilah kemudian InPAS (Institusi Pemikiran dan Peradaban Islam) ini dibentuk. Lembaga ini bersifat nirlaba yang bergerak dibidang pengkajian pemikiran dan peradaban Islam. .
Tujuan
Koordinasi dan pelaksanaan berbagai kegiatan kajian dan penelitian Islam serta publikasinya, dengan prioritas pada: · Kajian dan penelitian dalam bidang pemikiran dan peradaban Islam · Pemecahan masalah pemikiran dan amaliyah yang menyimpang dari tuntunan Islam · Publikasi hasil penelitian
Tujuan didirikan lembaga ini meliputi dua hal: Tujuan umum: Kegiatan ini bertujuan mengembangkan ilmu pengetahuan berdasar epistimologi Islam. Kemudian menerapkan dan mensukseskan tercapainya peradaban Islam sebagaimana yang pernah terwujud pada masa lampau. Tujuan Khusus: * Mengembangkan ilmu pengetahuan melalui kajian ilmiah yang berbasis pada epistimologi Islam * Menstranfer sains Islam kepada kaum muslim dengan menumbuhkan kecintaan pada sains Islam * Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia
Strategi
Strategi dalam pencapaian misinya adalah: · Pemantapan institusi, fungsi dan peran InPAS dalam bidang kajian dan penelitian Islam. · Pengembangan ketrampilan profesional, sikap dan perilaku SDM dalam penelitian dan kajian Islam. · Peningkatan kualitas, kuantitas penelitian dan berbagai kegiatan ilmiah lain: pelatihan, konsultasi, seminar, jaringan informasi, dll. · Pengembangan kegiatan kerjasama kajian dan penelitian dengan lembaga lain. · Pembinaan kualitas artikel dan jurnal secara berkelanjutan · Penelusuran literatur khazanah keislaman
Bidang Kajian
Bidang kajian InPAS terkonsentrasi pada bidang pemikiran dan peradaban Islam. Khalayak sasaran kegiatannya adalah santri, pelajar, mahasiswa, pengajar, da’i/mubaligh, dan masyarakat muslim.
Susunan Penasehat : Prof. DR. Roem Rowi, MA Hamid Fahmi Zarkasyi, M.Ed, M.Phil, Ph.D DR. Ugi Suharto, MA DR. Adian Husaini, MA KH. Drs. Abdussomad Buchori Ketua : dr. Abdul Ghafir, SpPD Wk. Ketua : Drs. Anwar Djaelani, M.Si. Sekretaris : Ainul Yaqin, S.Si., Apt. Humas : Kholis Akbar, S.Sos Bendahara : Nurkholis, A.Md.
Pusat-Pusat Kajian dan Penelitian Koordinator : Bahrul Ulum, S.Sos. Pusat Kajian dan Penelitian Sejarah dan Peradaban Islam : Muhammad Masykur, S.S. Pusat Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam : Ahmad Furqon Muntashir, S.Pd.I. Pusat Kajian dan Penelitian Sains Islam : Nanang Wahyudi A.H, S.Si. Pusat Kajian dan Penelitian Gender : Abdul Hakim, S.Si., Apt. Pusat Kajian dan Penelitian Aliran Menyimpang : Muhim Kamaluddin, S.IP. Pusat Kajian dan Penilitian Kristologi : A. Hasan Soleh, S.Pd. Pusat Kajian dan Penelitian Fiqih : Thariq, Lc Pusat Kajian dan Penelitian Syariah : Shahibul Anwar, M.HI.
Kegiatan
Kegiatan lembaga ini meliputi: 1. Pelatihan · Pelatihan metodologi penelitian & penyusunan proposal · Pelatihan penulisan artikel ilmiah · Pelatihan editor jurnal ilmiah · Pelatihan manajemen mutu jurnal · Bimbingan akreditasi jurnal 2. Kajian · Seminar dan workshop · Pertemuan ilmiah · Pusat informasi penelitian 3. Advokasi/Konsultasi 4. Koleksi dan penerjemahan buku-buku ilmiah keislaman 5. Publikasi · Publikasi hasil penelitian · Penerbitan jurnal ilmiah · Penerbitan buku Dalam melaksanakan aktivitas tersebut, InPAS didukung oleh SDM sesuai dengan keahlian masing-masing dan berkualifikasi akademik S1, S2 dan S3.
| |||||||||||
Profil InPAS